BMW / SUV / X Series

BMW X5, F15, generasi ke-3 yang semakin besar.

Kali ini saya ingin membahas mobil BMW dengan genre SUV (Sport Utility Vehicle). Secara umum jenis mobil SUV dijelaskan sebagai mobil bergaya station wagon namun dengan kemampuan offroad karena dilengkapi dengan desain high ground cleareance dan beberapa dilengkapi juga dengan kemampuan 4WD. BMW relatif baru di segmen ini, baru sekitar tahun 1999 mereka punya line up SUV. Di Indonesia seri ini baru masuk pada tahun 2002 an. Bandingkan dengan Mercedez yang sudah memiliki kendaraan offroad sejak tahun 80 an.

Tulisan ini saya kembangkan dari tulisan yang saya baca di harian Kompas, yang ditulis oleh jurnalis otomotif yang saya hormati karena tulisan otomotifnya, Pak James Luhulima. Tulisan tentang X5 ini pernah dimuat di KOMPAS pada edisi 9 April 2014.

BMW-X5_wallpaper_1920x1200-Nr.01Walaupun bodi BMW X5 F15 mengalami perubahan di sana-sini, selintas seperti tidak mengalami perubahan yang berarti sehingga dengan mudah orang mengenalnya sebagai BMW X5. Namun, jika diamati secara saksama barulah terasa bahwa bodi BMW X5 generasi ketiga ini mengalami perubahan, yang membuatnya lebih ”sporty” dan kokoh. Secara desain, seperti pabrikan Eropa lainnya memang secara konsisten menerapkan pola-pola desain khas. Hal ini dilakukan agar konsumen tetap mudah mengenalinya sebagai produk BMW dari jarak pandang 1km jauhnya.

Bicara model chassis BMW, tidak seru rasanya kalau tidak menyebutkan kode chassisnya. Nah BMW X5 generasi ini menggunakan chassis dengan kode F15. Generasi pertama menggunakan chassi E53, dan dilanjut E70 sebagai generasi ke-2. Generasi chassis BMW sekarang menggunkan kode ‘F’ untuk line up nya. Berbeda dengan BMW X5 generasi pertama yang diluncurkan tahun 1999 dan BMW X5 generasi kedua tahun 2006, yang hanya memuat lima orang, BMW X5 generasi ketiga dapat memuat tujuh orang. Penikmat BMW menghafalkan kode chasis ini agar terlihat sophisticated ketika membicarakannya dengan komunitasnya. Pesan saya ini penting buat Anda yang antusias dengan BMW.

BMW-X5_wallpaper_1920x1200-Nr.18Interior BMW X5 generasi ketiga dibuat mewah menggunakan kulit asli berkualitas tinggi. Tempat duduk dibuat senyaman mungkin. Penyejuk udara (AC) dilengkapi pengaturan empat zona, yang memungkinkan pengaturan suhu udara di keempat zona yang berbeda. Meskipun pada prakteknya saya selalu bertanya apakah mungkin dalam ruangan kabin yang sedemikian sempit tanpa sekat bisa menciptakan area yang berbeda suhu 1 derajat untuk supir, penumpang depan kiri, penumpang belakang kanan dan penumpang kiri belakang. Apa yang terjadi jika penumpang belakang pasang suhu 28 derajat celcius lalu sambil kipas-kipas kegerahan sehingga udara panasnya mengalir kedaerah supir yang sedang memasang suhu 22derajat celcius.

Penggunaan panorama glass roof yang dapat digerakkan secara elektris menambah kemewahan dan sunblind putih yang dapat digulung untuk jendela belakang memberikan privasi bagi penumpang di belakang. Feature ini penting, terutama jika Anda adalah artis atau pejabat yang sedang menghindari sorotan lensa kamera. Jika Anda bukan keduanya, feature ini penting juga, terutama jika Anda harus berganti baju didalam mobil. Situasi yang sebenarnya sangat jarang terjadi.

Seperti generasi sebelumnya, BMW X5 generasi ketiga pun sarat dengan teknologi terkini yang menjamin kenyamanan bagi orang-orang yang berada di dalam mobil, serta keamanan dari orang-orang yang berada di dalam dan di luar mobil.

Sama pada versi sedan seri 3, pembagian model dibagi 3, yaitu sport, luxury dan diesel. Hanya dua model yang akan dipasarkan di Indonesia, yakni BMW X5 xDrive 35i M Sport dan BMW X5 xDrive 50i Luxury. Adapun BMW X5 xDrive 30d yang menyandang mesin diesel belum akan dimasukkan saat ini. Biasanya hal ini disebabkan karena standar bahan bakar diesel Indonesia yang kualitasnya kurang begitu tinggi. Adapun yang baik kualitasnya, harganya mahal dan penyebarannya tidak luas, sehingga pada akhirnya menyulitkan pengguna.

BMW-X5_wallpaper_1920x1200-Nr.15BMW X5 xDrive 3.5i M Sport menggunakan velg 18 inci dengan ban 255/55 R18, sementara BMW X5 xDrive 5.0i Luxury menggunakan velg 19 inci dengan ban 255/50 R19. Dari ukuran ban yang lebar ini kita bisa melihat secara eksplisit bahwa tenaga yang dihasilkan oleh mesinnya sangat besar. Diameter Velg versi luxury lebih besar 1inch untuk tampilan eksterior yang lebih mewah. Sedangkan versi sport, sesuai namanya pakai ban dengan profil lebih tebal dengan harapan versi ini akan lebih sering diajak offroad oleh penggunanya. Meski pada akhirnya, konsumen Indonesia biasanya memodif mobil-mobil ini menjadi city sport. Saya masih melihat jarang sekali SUV BMW benar-benar dibawa ke medan offroad, bahkan jika itu cuma banjir tahunan di Jakarta. Kemampuan offroad nya memang tidak seperti LandRover atau jeep. Berdasarkan data, ketiadaan low gear menjadi penyebabnya. TopGear UK pernah mengujinya untuk menanjak curam di permukaan rumput, dan ternyata gagal. Toyota Prado lebih terbukti menerjang banjir, sudah ada bukti tentang ini. Tapi buat orang Indonesia SUV BMW adalah tetap mobil dalam kota, aspal mulus, dan umumnya menjadi ratu garasi juga, meski itu adalah SUV.

BMW-X5_wallpaper_1920x1200-Nr.02BMW X5 xDrive35i M Sport menyandang mesin bensin berkapasitas 3.0 Liter (2.979 cc), 6 silinder segaris, 24 katup (empat katup per silinder), dan diperkuat twin power turbo. Mesin 3.0 Liter itu menghasilkan tenaga maksimum 305 HP pada 5.800 rpm dan torsi maksimum 400 Nm pada 1.200-5.000 rpm. Demikian data yang terdapat pada website http://bmw.co.id . Menarik untuk dilihat bahwa torsi maksimum didapat pada rentang RPM yang cukup lebar, dari 1.200-5000 RPM. Apakah ini artinya torsinya flat konstan pada rentang RPM tersebut? Biasanya baik torsi maupun tenaga memiliki kurva yang lancip dengan nilai puncak berada pada range RPM yang sempit. Beberapa mobil yang sudah di-tuning bisa memiliki kurva torsi yang flat.Yang pasti 400Nm itu angka yang cukup untuk mobil besar ini.

Tenaga dan torsi itu diteruskan ke keempat roda melalui persneling otomatik dengan delapan tingkat kecepatan. Torsi maksimum dicapai pada putaran mesin yang rendah, menunjukan bahwa mobil ini bisa dibawa santai. Feature yang penting untuk macet-macet di Jakarta.

BMW X5 xDrive35i M Sport sanggup berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu 5,5 detik, dan kecepatan maksimumnya 235 kilometer per jam. Meskipun demikian, BMW X5 xDrive35i M Sport tetap efisien dalam mengonsumsi bahan bakar. Dengan 1 liter bensin, BMW X5 xDrive35i M Sport menempuh perjalanan sejauh 11,7 kilometer. Cukup efisien untuk mobil dengan kapasitas mesin sebesar itu.

Sementara BMW X5 xDrive 50i Luxury menyandang mesin bensin berkapasitas 4.4 Liter (4.395 cc), 8 silinder dalam konfigurasi V (V8), 32 katup (empat katup per silinder), dan diperkuat turbocharger.

Mesin 4.4 Liter itu menghasilkan tenaga maksimum 450 PK pada 5.500-6.000 rpm dan torsi maksimum 650 Nm pada 2.000-5.000 rpm. Tenaga dan torsi itu disalurkan ke empat roda melalui persneling otomatik dengan delapan tingkat kecepatan.

Sama seperti BMW X5 xDrive 35i M Sport, BMW X5 xDrive 50i Luxury pun cukup efisien dalam mengonsumsi bahan bakar. Dengan 1 liter bensin, BMW X5 xDrive 50i Luxury dapat menempuh perjalanan sejauh 9,6 kilometer.

Terlihat bahwa pada model BMW terbaru, mesinnya sekarang sudah dilengkapi dengan turbocharger. Teknologi ini dulu dihindari BMW karena turbo lag pada proses menghasilkan tenaga instan yang dirasa tidak sesuai dengan filosofi mesin BMW. Pada masa tahun 1980-1990 an BMW lebih mengoptimalkan mesin dengan jenis Normally Aspirated (NA). Mesin-mesin BMW turbo sekarang dirasakan sudah sangat minim turbo lag. Untuk membuktikannya bisa lihat dari grafik tenaga yang dihasilkan. Sayangnya, pabrikan biasanya tidak menyertakan informasi ini. Buat yang sudah punya, boleh lah sesekali di dyno test dan kemudian di share. Penggunaan turbo pada mesin BMW menjadikan tugas tuner untuk upgrade perfomance menjadi lebih variatif. Sudah ada tuner yang membuat versi modifikasi X6 (adiknya X5 dengan mesin yang sama) yang menjadikan powernya outputnya mencapai 1000HP.

Kecepatan 100 kilometer per jam dari posisi berhenti dicapai dalam 5 detik dan kecepatan maksimumnya 250 kilometer per jam. Pertanyaan konsumen awam, untuk apa SUV bisa melaju secepat itu? Itulah mungkin magnet SUV, desain chasis seperti ini berada di antara desain chasis sedan dan desain chassis jip offroad. Untuk mengkombinasikan desain sedan dan jip offroad, pasti mahal. Karena pada saat bersamaan harus membuat chasis yang cukup rigid, berat, dan tinggi ground clearance nya, tapi tetap mudah bermanuver di Jalan aspal mulus. Caranya tentu titik berat mobil ini juga harus cukup rendah dan ditopang suspense yang aktif responnya.

Mobil dengan desain tinggi, sensasi body roll cukup terasa, pada X5 katanya itu minimal. Katanya lho ya, soalnya saya belum merasakannya. Perlu test zig-zag pada kecepatan medium untuk mengujinya. Efek body roll yang kuat cenderung membuat mobil menjadi oversteer. Nah pada desain BMW saya yakin tentu tidak begitu. Mobil mahal soalnya, heheh.. harganya 3 sampai 4 kali lipat Fortuner.

BMW X5 xDrive 3.5i M Sport dijual dengan harga off the road Rp 1,348 miliar dan BMW X5 xDrive 5.0i Luxury dengan harga off the road Rp 1,9 miliar.

Nah jadi jika Anda cukup banyak punya uang, butuh mobil SUV yang bergaya, bisa di ajak drag race sesekali untuk menghibur client Anda (istri dan anak-anak Anda lebih ingin Anda beli Viano atau Alphard). Maka mobil ini cocok. tapi kalau mau offroad, saran saya sama dengan kebanyakan orang, beli saja Jeep, Prado atau kalau mau murah, Taft GT lalu di modifikasinya secukupnya.

Anyway, buat yang sudah beli, saya minta testimony nya ya. Mobil ini kemahalan untuk saya test 🙂

Tulisan asli artikel ini diterbitkan oleh KOMPAS, edisi KOMPAS Siang, Rabu 9 April 2014. Penulisnya adalah James Luhulima.

Gambar-gambar di atas saya ambil situs http://www.bmw.co.id.

Semua tulisan, foto menjadi adalah hak cipta dari penulis dan perusahaan asli yang saya sebut di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s