MotoGP

Lorenzo: Yamaha tahun 2015 ini punya kecepatan lebih baik di track lurus

motogp.com

motogp.com

Dalam sesi Post Race Conference, Lorenzo banyak mengungkapkan data tentang bagaimana usaha dia dan team-nya dalam meningkatkan laju motor sepanjang akhir pekan menjelang qualifikasi dan balapan utama. Pada sesi qualifikasi Jorge dan Iannone menembus 1.46 detik dalam satu lap. Namun ketika balapan berlangsung kondisi track berubah.Semua pembalap merasakannya. Untuk menembus 1 menit 47.5 detik terasa sulit. Bahkan lebih sering 1 menit 47 detik besar. Dimana itu artinya adalah di atas 1 menit 47.5 detik. Beruntung pembalap yang lain hanya bisa bisa membuat 1 menit 48 detik rata-rata, sehingga per lap Jorge bisa sedikit demi sedikit meninggalkan mereka hingga garis finish dengan selisih +4 detik di atas Iannone.

Semua pembalap biasanya mengandalkan strategi di tikungan pertama selepas start untuk mencuri posisi terdepan. Pembalap pole lebih diuntungkan, namun bukan berarti pembalap non pole tidak mungkin mengambil posisi terdepan pada awal balapan. Hanya saja lebih berisiko untuk kecelakaan. Selain terhalangi oleh pembalap-pembalap didepannya, kondisi ban yang belum panas maksimal juga memungkinkan terjadinya kecelakaan karena traksi ban belum maksimal. Seperti yang berusaha dilakukan Marquez. Dari posisi 13 langsung naik ke posisi 6 di tikungan pertama. Usahanya terlihat membuat dia harus melakukan hard braking ekstra sebelum tikungan pertama kekanan. Roda belakang sempat sliding (fish tail), namun kemampuannya tetap bisa membuat motor seimbang.

motogp.com

motogp.com

Pada awal-awal lap, Jorge mengatakan bahwa pada lap-lap awal akhirnya dia bisa membuat laju lebih cepat 0.6 sampai 0,7 detik per lap lebih cepat.daripada pembalap lain. Itu membuatnya terlihat mudah meninggalkan lawan-lawannya. Namun sebenarnya dia sempat juga dia kawatir ketika di pitboard tertulis bahwa Marquez ada dibelakangnya. Analisa cepatnya ketika itu adalah bahwa Marquez ternyata kompetitif dan harus diwaspadai juga. Ternyata dalam 1-2 lap Marquez sudah berapa 0.4 detik dibelakangnya. Pada saat itu dia sempat mengagumi Marc sekaligus mewaspadainya. Namun kemudian dia berhasil menemukan ritmen balapnya, membuatnya lebih cepat laju 0.6-0.7 detik lebih cepat menjauhkan diri dari Marquez. Marc sendiri akhirnya harus bertarung keras dengan dua pembalap ducati. Beberapa lap posisinya seperti sandwich, terjepit dua Ducati dalam selisih waktu dibawah 0.5 detik masing-masing.

 

Sebelumnya di awal akhir pekan, motor nya di set up seperti settingan di Lemans. Namun hasil free practise tidak memuaskan. Setingan terbaik tetap dicari bersama Raymond, mekaniknya. Akhirnya pada pagi hari Sabtu sebelum kualifikasi, lajunya bisa lebih cepat 0.2 sampai 0.3 detik per lap. Membuatnya kemudian bisa mengambil posisi ke dua pada babak kualifikasi. Jorge menyatakan bahwa dibanding tahun 2014, pada tahun ini motornya lebih kompetitif, bahkan di track lurus saja terlihat Yamaha bisa melaju kencang. Tahun lalu Yamaha hanya mengandalkan kecepatan pada tikungan-tikungan kencang, namun itu tidak cukup untuk mengalahkan Honda.

Jorge tetap berusaha rendah hati. Bagi dia Marquez tetap tidak bisa diabaikan. Balapan masih tersisa 12 seri lagi. Segala sesuatu bisa terjadi. Kali ini mungkin Marc, tapi besok-besok bisa-bisa kami mengalami hal yang sama seperti mesin bermasalah atau terlalu sering membuat kesalahan. Dia dan team tetap harus waspada dan bekerja keras. Pendapat Jorge lebih lanjut menyatakan bahwa gap poin sekarang, 49 antara Marc dan Rossi bukanlah sesuatu yang besar. “Pernah ada kejadian dimana pembalap bisa recover dari gap poin yang lebih besar dari 49. Kita tahu sendiri kualitas Marc, dia bisa kembali kapan saja” tandasnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s